“Bibit” pornografi dan anak anda

Suatu saat seorang sahabat memberi share kepada saya sebuah postingan dari seorang blogger yg membahas tentang phedofil di Indonesia. Saat itu hal yang terlintas dipikiran saya bukan tentang ancaman phedofil saja tapi masa depan Darren, anak saya yang saat ini baru berusia 3 tahun.

Para sahabat, tulisan ini saya tunjukkan untuk orang tua dan orang yang peduli tentang masa depan generasi penerus kita. Saya termasuk seseorang yang percaya bahwa dengan situasi yang seperti saat ini, jika tidak ada gerakan perubahan yang signifikan, kita akan mengalami kemerosotan moral yang luar biasa, terutama untuk generasi penerus kita. Saya cukup kuatir (terutama sebagai orang tua) bagaimana perilaku orang dewasa di facebook yang dengan mudahnya mengeksploitasi wanita melalui status update mereka.

google trend pencarian pornografi

Saya bukan peramal, tapi melihat trend yang ada sekarang, saya bisa melihat video mesum pelajar akan lebih banyak di tahun 2014 dan kedepannya. Lihat saja, bahkan pencarian “agnes monika”-pun memiliki statistik yang mengejutkan !

agnes

Saya pernah mendengarkan sebuah pepatah mengenai katak dalam kompor, yang berenang dalam panci melalui situasi nyaman, namun api kompor dinyalakan perlahan dan sang katak tidak menyadari bahwa dia dalam sebuah proses yang mematikan.

Itulah gambaran kita saat ini, sebuah situasi dimana kita makin bebas untuk sebuah aktualisasi diri, dengan slogan “emang masalah buat loh ?!”, kita tidak menyadari bahwa kita dalam lingkungan yang sangat ringkih.

Media turun serta ‘mengajar’ anak anda.

berita

Lihatlah bagaimana media dengan bebas “mengajar” kita (dan tentunya anak-anak kita kelak) materi-materi yang seharusnya hanya diperuntukkan untuk dewasa. Tidak dipungkiri (dan saya berani bertaruh untuk itu), bahwa materi-materi seperti ini memiliki Click Through Rate (rasio klik)  yang tinggi, namun apakah karena pertimbangan bisnis, kita mengabaikan tanggung jawab moral terhadap masa depan anak muda.

Saat saya melihat Darren dan kepolosannya dalam menari-nari saat lagu anak diputar, disatu sisi saya sadar harus mempersiapkan dia untuk dunia sebenarnya yang dia harus hadapi. Saya tidak bisa mengubah dunia sekitar, namun melalui tulisan ini saya ingin berbagi beban untuk bersama-sama menyadari bahaya pornografi disekitar kita, ini adalah ‘virus’ yang penularannya makin tidak terkendali. Saya sangat percaya bahwa Tuhan memberikan naluri seks untuk sesuatu yang baik dan mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>